Masyarakat dan pedesaan atau desa, dua
kata yang mempunya arti tersendiri. Untuk mendapatkan pengertian dari dua kata
ini harus diartikan terlebih dahulu kata perkata. Misalnya, Masyarakat
diartikan golongan besar atau kecil yang terdiri dari beberapa manusia dengan
atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh-mempengaruhi satu
sama lain. Masyarakat dapat juga diartikan sebagai sekumpulan manusia yang
saling berinteraksi. Sedangkan pengertian desa dikaitkan dengan pertanian, yang
sebenarnya masih bisa didefinisikan lagi berdasarkan pada jenis dan
tingkatannya. Masyarakat desa yaitu masyarakat yang ruang lingkupnya berada di
desa dan cenderung hidup secara tradisional serta memegang adat istiadat
Dari pemaparan diatas sudah di jelaskan
bahwasanya masyarakat pedesaan adalah dua kata yang terpisah atau mempunyai arti
tersendiri, untuk bisa mendapatkan pengertian dari dua kata tersebut maka harus
diartikan terlebih dahulu dari kata perkata sehingga dari dua kata tersebut
bisa di jadikan satu arti yang seperti di harapkan.
Pengertian desa menurut Sutardjo
kartodikusuma desa adalah kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu
masyarakat pemerintahan tersendiri.
Sedangkan pendapat Paul H. Landis
seorang sarjana sosiologi perdesaan dari Amerika Serikat, mengemukakan definisi
tentang desa dengan cara membuat tiga pemilahan berdasarkan pada tujuan
analisis. Untuk tujuan analisis statistik, desa didefinisikan sebagai suatu
lingkungan yang penduduknya kurang dari 2500 orang. Untuk tujuan analisa social
psikologi, desa didefinisikan sebagai suatu lingkungan yang penduduknya
memiliki hubungan yang akrab dan serba informal di antara sesama warganya. Sedangkan
untuk tujuan analisa ekonomi, desa di definisikan sebagai suatu lingkungan yang
penduduknya tergantung kepada pertanian.
2. Pengertian Masyarakat Perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community yaitu masyarakat yang tidak tertentu jumlah penduduknya. Pengertian kota sendiri adalah suatu himpunan penduduk masalah yang tidak agraris, bertempat tinggal di dalam dan di sekitar suatu kegiatan ekonomi, pemerintah, kesenian, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Kota merupakan suatu daerah yang memiliki ciri-ciri khusus yang dapat membedakannya dengan daerah desa, seperti pemusatan jumlah penduduk, pusat pemerintahan dan sarana prasarana penunjang aktivitas manusia yang relatif lebih lengkap di bandingkan dengan daerah desa.
Bintarto mengemukakan “Kota ialah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang di tandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan diwarnai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen secara materialis serta dapat pula diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur alami dan unsur-unsur non alami dengan gejala-gejala penduduk yang cukup besar dan dengan corak kehidupan yang heterogen materialistis dibandingkan dengan daerah belakangnya”.
3. Perbedaan
Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
Dalam
masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community)
dan masyarakat perkotaan (urban community). Menurut Soekanto (1994), perbedaan
tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat
sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa,
pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan
masyarakat perkotaan, pada hakekatnya bersifat gradual.
Kita
dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing
punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan
fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda,
bahkan kadang-kadang dikatakan "berlawanan" pula. Perbedaan ciri
antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin
(1972) sebagai berikut:
Masyarakat perdesaan
a. Perilaku homogen
b. Perilaku yang dilandasi oleh konsep
kekeluargaan dan kebersamaan
c. Perilaku yang berorientasi pada
tradisi dan status
d. Isolasi sosial, sehingga statik
e. Kesatuan dan keutuhan kultural
f. Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
g. Kolektivisme
Masyarakat perkotaan
a. Perilaku heterogen
b. Perilaku yang dilandasi oleh konsep
pengandalan diri dan kelembagaan
c. Perilaku yang berorientasi pada
rasionalitas dan fungsi
d. Mobilitas sosial, sehingga dinamik
f. Kebauran dan diversifikasi kultural
g. Birokrasi fungsional dan nilai-nilai
sekular
h. Individualisme
Warga suatu masyarakat pedesaan
mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka
dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok
atas dasar sistem kekeluargaan. Selanjutnya pudjiwati (1985) menjelaskan
ciri-ciri relasi social yang ada di desa itu adalah, pertama-tama, hubungan
kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada
umumnya hidup dari pertania, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang
genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk
adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian hanya merupakan
pekerjaan sambilan saja.
Golongan-golongan orang-orang tua
dalam masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu
meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi.
Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada
umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya.
Ada beberapa cirri yang dapat
dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.
Ciri-ciri
tersebut antara lain:
a. Jumlah dan kepadatan penduduk
b. Lingkungan hidup
c. Mata pencaharian
d. Corak kehidupan social
e. Stratifiksi social
f. Mobilitas social
g. Pola interaksi social
h. Solidaritas social
i. kedudukan dalam hierarki sistem
administrasi nasional
4.
Hubungan Pedesaan dan Perkotaan
Masyarakat
pedesaan dan perkotaan bukanlah dua komonitas yang terpisah sama sekali satu
sama lain. Bahkan dalam keadaan yang wajar diantara keduanya terdapat hubungan
yang erat. Bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan.
Kota tergantung pada dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan
seperti beras sayur-mayur, daging dan ikan.
Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi bagi jenis jenis pekerjaan
tertentu dikota. Misalnya saja buruh bangunan dalam proyek proyek perumahan.
Proyek pembangunan atau perbaikan jalan raya atau jembatan dan tukang becak.
Mereka ini biasanya adalah pekerja pekerja musiman. Pada saat musim tanam mereka,
sibuk bekerja di sawah. Bila pekerjaan dibidang pertanian mulai menyurut,
sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan
pekerjaan apa saja yang tersedia.
“Interface”, dapat diartikan adanya kawasan perkotaan
yang tumpang-tindih dengan kawasan perdesaan, nampaknya persoalan tersebut sederhana,
bukankah telah ada alat transportasi, pelayanan kesehatan, fasilitas
pendidikan, pasar, dan rumah makan dan lain sebagainya, yang mempertemukan
kebutuhan serta sifat kedesaan dan kekotaan.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami
yaitu yang kuat akan menang, karena itu dalam hubungan desa-kota, makin besar
suatu kota makin berpengaruh dan makin menentukan kehidupan perdesaan.
Secara teoristik, kota merubah atau paling
mempengaruhi desa melalui beberapa cara, seperti:
(1) Ekspansi kota ke desa, atau boleh dibilang perluasan kawasan perkotaan dengan merubah atau mengambil kawasan perdesaan. Ini terjadi di semua kawasan perkotaan dengan besaran dan kecepatan yang beranekaragam
(2) Invasi kota, pembangunan kota baru seperti misalnya Batam dan banyak kota baru sekitar Jakarta merubah perdesaan menjadi perkotaan. Sifat kedesaan lenyap atau hilang dan sepenuhnya diganti dengan perkotaan.
(3) Penetrasi kota ke desa, masuknya produk, prilaku dan nilai kekotaan ke desa. Proses ini yang sesungguhnya banyak terjadi
(4) ko-operasi kota-desa, pada umumnya berupa pengangkatan produk yang bersifat kedesaan ke kota. Dari keempat hubungan desa-kota tersebut kesemuanya diprakarsai pihak dan orang kota. Proses sebaliknya hampir tidak pernah terjadi, oleh karena itulah berbagai permasalahan dan gagasan yang dikembangkan pada umumnya dikaitkan dalam kehidupan dunia yang memang akan mengkota.
Salah satu bentuk hubungan antara kota dan desa adalah :
(a). Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan Masyarakat Desa dan Kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbulah masalah baru yakni Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
(b) Sebab-sebab Urbanisasi
1. Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk
meninggalkan daerah kediamannya (Push
factors)
2. Faktor-faktor yang ada dikota yang menarik penduduk
desa untuk pindah dan menetap dikota (pull factors)
Hal – hal yang termasuk push factor antara lain :
a. Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan
pertanian,
b. Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
c. Penduduk desa, terutama kaum muda, merasa tertekan oleh oleh adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
d. Didesa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan.
e. Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal, seperti banjir, serangan hama, kemarau panjang, dsb. Sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain dikota.
Hal – hal yang termasuk pull factor antara lain :
b. Dikota lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan usaha kerajinan rumah menjadi industri kerajinan.
c. Pendidikan terutama pendidikan lanjutan, lebih banyak dikota dan lebih mudah didapat.
d. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam kultur manusianya.
e. Kota memberi kesempatan untuk menghindarkan diri dari kontrol sosial yang ketat atau untuk mengangkat diri dari posisi sosial yang rendah
1. Buku “Sosiologi kelas 3 SMU”
2. Ahmadi, Abu. 2003. Ilmu Sosial Dasar: Mata Kuliah
Dasar Umum. Jakarta: Rineka Cipta
3. Shadily, Hasan. 1993. Sosiologi untuk Masyarakat
Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
4. Rahardjo. 1999. Sosiologi Pedesaan dan Pertanian.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Comments
Post a Comment